Mari Kita ReView Hidup Gw Setahun Ini (bagian 1)
1 komentar Published 31 Desember 2008 by andikagumi inTanpa panjang lebar tinggi lagi, mari kita review bulan-bulan yg menyemarakan 2008.
1. Januari, AYO BERLIBUR!
Yaa.. perjalanan itu dipenuhi pertanyaan, "des, mana at-taawun nya?"
desi pasti jawab, "mungkin di balik bukit itu"
Uki langsung minum, terus bilang "tapi kok rasa rumput ya"
Gw jawab lagi, "emang siapa yang bilang aman diminum? gw kan cuma bilang bisa diminum"
2. Februari, daftar PTN yuuuk!
TAPI
suatu haru di bulan ini nyokap gw datang dan bilang,
"dik, ikut usm daerah biasa aja ya."
"lho, kenapa?", gw tanya.
"ternyata pendaftaran kedua yang harus masukin arsipnya udah kelewat"
"hah? masa sih?"
"Iya, orang PLN nya ga ada yg ngasih tau."
TAPI

3. Maret, belajar yang bener!!
Di bulan ini ada 3 universitas yang jadi tujuan gw,
4. April, UAN! USM! UM! Apa yang harus gw lakukan?!
ngeselin.
Dan di bulan ini juga ada pengumuman hasil USM ITB yang isinya:
"086003060"
Anda diterima di Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan
5. Mei, memulai liburan GaJeBo (baca: Gak Jelas Bo!)
ini bulan yang sangat menyenangkan. Isinya hanya liburan, perjalan, dan atau apalah itu.
Yang pasti, semua yang terjadi di bulan Mei sangat menyenangkan.
6. Juni, berpisah.
Tapi yang sedikit mengobati kesedihan ditinggal sahabat, masih ada perjalanan survey ke Pantai Pelabuhan Ratu yang konon mistis, dan terjadi amat sangat menyenangkan. bersama Nimas, Tiara, Obey, Rika, Ira. Meski dalam perjalanan berangkat gw muntah-muntah. hoek.
Dan ada kejadian lainnya yang cukup mengesankan.
Alasan gw pergi:
1. Gw grogi dan ga tau harus bilang apa.
2. Gw hanya memakai kaos, celana jeans, dan sendal gunung di situ, sementara sang satpam saja memakai jas. Masih punya malukah gw?
Itu merupakan perjalanan gw dalam 6 bulan pertama gw di 2008. Terlepas dari cerita-cerita kecil kayak nyobain bioskop baru, nyobain DDR baru, punya PowerCard bersama, belajar di FoodCourt Mal, nonton Ayat-ayat Cinta dalam kehebohan, dll. Hwaa... segala memori yang tak kan terlupa.
Yang jelas, begitulah mereka menyebut persahabatan. Suatu bagian dari hidup yang tidak bisa diisi hanya oleh satu orang. Lihat ke dalam diri lu sejauh mana lu bisa menjadi seorang sahabat untuk temen lu, dan jangan pernah lihat ke dalam diri ornag lain sejauh mana mereka bisa menjadi sahabat loe.
i miss all of you guys! hehe
(bersambuung...)
Lama Tak Bersua
0 komentar Published by andikagumi inTerakhir kali gw nulis postingan terakhir..
kapan yaa?
aduh.. aduh.. adududuh...
ternyata 31 oktober 2008, dan sekarang gw bakal bikin tanggal cantik untuk postingan baru yang matching abis sama yg sebelumnya, 31 desember 2008..
hahahaha..
sekian dan terima kasih..
Geng Kribang! Bersatulah!
5 komentar Published 01 November 2008 by andikagumi inorang-orang langsung nanya, "apaan tuh kribang?"
seseorang bertanya pada gw, "kribo banget?"
*plis deh, rambut gw lurus gitu lho, kayak direbonding, (nggak ko, cuma pake shampoo)..
seseorang bertanya lagi pada gw, "kripik bangs*t?"
*no, no.. dilarang pake kata-kata kasar..
seseorang bertanya lagi dan lagi pada gw, "kriting bang?"
*haduuuh.. kan udah gw bilang, rambut gw lurus gitu lho..
yang jadi pertanyaan anak-anak kelas gw, "Kribang apaan sih???"
Hmmm,, gimana ya? yang jelas Kribang itu:
KRIPIK BANGUNmungkin lu bakal bertanya, 'apaan sih??'
biar gw jelsin gimana sejarahnya nama KriBang yang niscaya akan menjadi nama besar yg akan diketahui oleh semua orang:
pada hari Kamis, 23 Oktober 2008, gw bersama dua teman gw bernama Umy dan Nurul berniat untuk belajar bersama di perpustakaan kampus lt.3, dengan ngantuknya kami berjalan seusai kuliah menuju perpus. Di tengah perjalanan tiba-tiba gw bilang, "beli makanan yuk biar ga ngantuk...", secara spontan kedua teman gw mengiyakan keinginan gw dan bergegeas menuju Tokema (toko kesejahteraan mahasiswa), dan melihat-lihat makanan yang ada. Yang fantastisnya, gw melihat sekantong kripik berbentuk stik panjang-panjang dengan warna merah legam dan nampak dahsyat. Maka disertai makanan lainnya gw beli kripik dahsyat itu.
Mengingat hari semakin sore, gw dan dua teman gw itu pun segera menuju perpus lt.3, dan kemudian membuka buku fisika (ceritanya mah belajar fisika buat UTS esok harinya..), dan menyiapkan makanan yg dibawa secara sembunyi-sembunyi. Hwaa.. siap deh buat belajar!
*10 menit pertama..
bergulat dengan soal-soal tutorial fisika tentang benda tegar..
*10 menit kedua..
tonjok-tonjokan dengan soal tutorial fisika tentang mekanika..
*2 menit selanjutnya..
menggambar diri dan curhat tentang uts di kertas soal
*5 menit selanjutnya..
gak tahan megang bundel soal fisika..
*1 menit selanjutnya..
kepala nempel di meja..
*2 menit selanjutnya..
tangan gw menggapai sebungkus kripik dan berkata "makan kripik yuk!"
Umy dan Nurul langsung ngangguk dan siap makan kripik bersama karena ngantuk. Potongan pertama gw yang makan...
Selanjutnya Nurul..
dan...
dan...
HWAAAAAAAA!!!
gw dan nurul langsung melompat-lompat kayak lumba-lumba nyasar ke perpus! bukan karena dikasih isyarat ama pawang lumba-lumba, tapi saking pedesnya tu kripik!
"sumpang pedes abis!!"
Umy gak percaya dengan dahsyatnya kripik itu, dan alhasil mencoba.. Tapi Umy diem aja, dan munculah pertanyaan, apa gw aja yang lebay?
tapi pertanyaan itu langsung sirna saat umy bilang..
"kringet dingin gw.."
Kami bertiga pun dihebohkan oleh kripik itu dan berhasil menghabiskan pisang karamel 2 buah! Dan bikin melek ampe menjelang maghrib di perpus. Maka jadilah nama
KriBang alias KRIPIK BANGUNyang merupakankripik pembangun motivasi dan kesegaran berlebih untuk menghasapi rasa kantuk.
Dan jadilah lantai3 perpus sebagai sekre Kribang, dan gw sebagai kribang1, umy sebagai kribang2, dan Nurul sebagai kribang3! dan kami pun punya caBang (calon kribang) yang ngantri daftar (haha, lebay) dan menunggu pelantikan karena Kribang sedang menghilang di Tokema, dan dikhawatirkan tidak muncul lagi. (Naudzubillahiminzalik..) hehe
bersatulah kribang! dan percayalah... kau bisa!! Hoho
Tulis Menulis Ditulis Ketulis Penulis
3 komentar Published 18 September 2008 by andikagumi inPertanyaan pendahuluan sebelum lu baca blog ini:
Seberapa hebat lu dalam hal tulis menulis?
Sekarang, cek jawaban lu, kalo jawaban lu:
1. Sangat jago: tandanya lu orang super belagu, yang bisa punya patokan kemampuan dalam menulis! Sebaiknya lu berhenti untuk nulis dengan belagu.. hehe
2. Jago: tandanya lu sok merendah, bilang aja pengen milih 'sangat jago' tapi cari aman.
3. Nggak jago: orang rendah diri tuh nggak bagus tau. Nggak usah nulis aja deh, kalo ngerasa nggak jago. Tulisan lu nggak ada manfaatnya, hehe.
4. Sama sekali nggak bisa: lu patut belajar nulis sama gw!
Kesalahan terbesar lu dalam membaca halaman ini adalah jika dan hanya jika lu percaya sama apa yang gw tulis di atas.
Dalam hal tulis menulis, sebenarnya boleh dibilang jam terbang gw udah lumayan deh. Nggak tahu sejak kapan gw suka menulis, dan nggak tahu kenapa. Tapi dari sisa-sisa memori yg bisa digali, ada dua momen yg paling terbayang:
1. Saat pemutaran perdana film Eiffel... I'm in Love zamannya kelas 2 smp, saat gw terkagum-kagum sama Rachmania Arunita yg dengan suksesnya melambungkan kisah novelnya dan dijadiin sebuah film. Menarik. Itu yg jadi cita-cita gw selama ini, bikin novel, dipublikasiin, dapet honor, dan nonton film yg diangkan dari novel gw. Hwaa..
2. Saat temen-temen gw bilang tulisan gw bagus. Yg ini gw lupa kapan, yg jelas karena keseringan (hahaha) gw ampe lupa. Yang jelas, gw tetap senang.. dan narsis..
Ya semenjak itu keinginan untuk menulis gw meninggi. Tiap gw bosen nulis, inget aja sama Rachmania Arunita, bukan karena cantik atau apa-apanya. Tapi suksesnya. Heu..
Supaya lu yakin akan kemampuan gw menulis, banyak bukti yg mendukung kemampuan gw sebenarnya:
1. Buku Tulisan-tulisan gw
Waktu kelas 1 smp, gw dikasih sebuah buku tulis tebel dari temen gw, gw langsung nulis di buku itu. Serial bersambung gitu. Asli pas gw baca lagi komentar pertama gw setelah baca: Naj*s bisa-bisanya gw nulis kayak gitu. Di serial yang terdiri dari 6 bab itu, gw nggak nulis nama tokohnya, karena gw ceritanya bikin 'cerita tanpa nama', pusing kan? Terus, karena belum puber, nulis kata 'pacar' aja gw umpetin dengan hanya nulis 'p'. Ah. Dasar anak kecil. Tapi, cerpen yg gw tulis selanjutnya di buku itu nggak jelek-jelek amat. Masih layak baca dan layak dinikmati. Tapi gw sarankan, mendingan nggak udah dibaca.
2. Novel Pertama (yang gw nggak sudi sebut judulnya)
Setelah nonton film Eiffel, gw langsung menggebu-gebu menulis novel kisah remaja, padahal kalo disadari, puber aja gw belum deh saat itu. Heuh. Perjalanan dalam menyelesaikan 192 halaman novel itu sebenarnya amat panjaaang. Pertama kali gw nulis, saat di halaman 100an, disket gw (jadul abis) kena virus 'puisi cinta' dan hilanglah novel gw itu. Akhirnya gw mengulang ampe halaman 62, komputer gw yg kena virus waktu itu. Alhasil gw ulang lagi ampe 192 halaman, dan dibaca ma orang-orang. Dan setelah gw baca ulang: Nggak ada niat untuk ngirimnya ke penerbit. Cuma mempermalukan diri sendiri.
Novel itu udah pernah dikirim ke GagasMedia, ditolak dengan surat yg masih gw simpan dengan baik. Ditolak PenerbitCinta (heu) lewat telepon. Ditolak Grasindo setelah gw lupa pernah ngirim ke situ, secara 2 tahun nggak ada kabar, eh baru ditolak. Haha. Gw pikir gw lucu juga. Ngirim novel asli menjijikan ke penerbit. Hanya memperburuk nama aja.
3. Naskah Skenario: Menembus Hujan
Selain pengen jadi penulis novel, gw juga pengen jadi penulis skenario. Gw belajar caranya, gw belajar ketentuannya, gw belajar istilah-istilahnya, cuma demi satu hal: ikutan Lomba Menulis Skenario 2005 yang diadain sama Kementerian Budaya dan Pariwisata dengan tema budaya. Dengan nggak tahu dirinya, gw malah nulis sebuah cookies berjudul 'Menembus Hujan'. Yaa, gw udah nggak berharap bakal menang. Yang jelas, yang menang bukan nulis soal gadis abg yang baru kenal cowok, tapi bikin skenario seberat 'Opera Jawa'. heu..
Terbuktikan jam terbang gw di dalam dunia tulis menulis itu cukup lumayan. Tapi gw sampai sekarang nggak bisa bikin cerpen, puisi gombal, dll. Gw suka nulis. Apa aja. Selain sifat gombalnya cinta. Haha.
Ya walau gimana pun, gw tetap suka nulis. Gw nggak peduli dengan omongan orang tentang tulisan gw. Gw suka kalau gw emang suka. Yang gw nggak suka, ya bakal gw simpen aja. Gw cuma berharap suatu saat nanti kedewasaan yang gw nanti itu bakal datang dan menjadi bagian dari kehidupan menulis gw. Supaya semua orang bisa menikmati tulisan gw. Dulu gw terobsesi jadi penulis dengan umur yang muda (sejak 13 tahun). Tapi sekarang gw nggak usah maksain diri. Yang penting gimana orang lain bisa nikmatin tulisan gw. Dan gimana orang lain bisa senyum karena tulisan gw. amin... =]
Hujan, Hujan, Hujan, Bogor!
1 komentar Published by andikagumi inBeberapa hari lalu, tepatnya hari selasa yang kelabu karena harus kuliah dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore, dengan penuh rasa ngantuk, gw duduk ngedengerin Pak Profesor yang lagi ngejelasin tentang Hukum II Termodinamika dalam kuliah Konsep Pengembangan Ilmu Pengetahuan. Satu-satunya alasan untuk ngedengerin penjelasan dia mungkin cuma ‘kuis’ yang ada di akhir kuliah. Di sela-sela penjelasannya yang ‘begitu menyenangkan’, gw pun ngedenger bunyi-bunyi yang udah lama banget nggak gw denger, dan ternyata...
Tik tik bunyi hujan di atas genting
Airnya turun tidak terkira
Daun dan rumput basah semua
(nb: gw nggak hafal lirik lagunya)
Waah.. HUJAN! Rasanya gw pengen loncat dari bangku kuliah yang sempit di gedung TVST. Nggak tahu kenapa hujannya nggak keras, dan bukan gerimis. Takarannya pas banget deh kayak kalo lagi beli bensin di SPBU pasti PAS! (haha). Setelah kuis yang melelahkan, gw langsung cepet-cepet keluar gedung, bahkan sempat mengabaikan ajakan temen untuk pulang bareng, gw langsung berdiri di tengah hujan. AAAaaa... gw kangen hujan! Secara hampir sebulan di Bandung, gw belum pernah nemu hujan... sementara kalo gw di Bogor, nggak minta aja sering dikasih hujan dalam berbagai bentuk.
Sambil menikmati turunnya hujan, gw pulang ke kostan tanpa peduli dengan abang-abang angkot yang terus-terusan teriak ‘cisitu cisitu cisitu!’. Pokoknya gw mau kehujanan! (meski saat itu sedikit terlintas kekhawatiran akan jatuh sakit). Tapi mungkin itu yang bisa bikin gw nahan rasa kangen gw sama Bogor. Hwaa..
Dalam waktu yang lama, yakni hari Jumatnya, gw punya kesempatan untuk pulang ke Bogor. Setelah ketinggalan kereta, nungguin kereta di stasiun Bandung sendirian selama 1,5 jam, perjalanan Bandung-Gambir selama 3 jam sendiri, bertarung dengan waktu buat salat ashar di gambir, nunggu kereta Pakuan di Gambir, kenalan sama mbak-mbak yang mau pulang ke Bogor juga, berdiri hampir sejam di kereta, gelap-gelapan di kereta gara-gara ‘mati lampu’, ngeliat proyek underpass yang udah beres di Jalan Baru dari kereta, maka gw bisa berseru AKHIRNYA NYAMPE BOGOR!
Sesampainya di Bogor, gw langsung disambut sama jalanan yang basah karena hujan. Hmm.. Bogor banget.
Dan nggak tau kenapa, kegiatan pertama yang gw lakuin di Bogor bukan mandi, bukan tidur, bukan nonton TV, tapi... makan tahu! Hwaa.. gw juga ternyata kangen tahu bandung yang belinya di Bogor. (nggak tau kenapa juga, tahu bandung yang gw beli di bandung nggak semantap yang dibeli di Bogor.. hehe). Dan gw langsung kabarin temen gw kalo gw mau jalan-jalan seharian di Bogor!
Padahal baru aja sebulan, tapi gw ngerasa udah banyak banget perubahan di Bogor. Bioskop baru Botani XXI, underpass yang udah beres, dan yang lainnya deh.
Hwaa.. gw langsung kepikiran nggak pengen ninggalin kota kecil gw yang tercinta ini. Gw nggak mau kehilangan semua kenangan tentang kejadian-kejadian konyol, bodoh, mengharukan, menyedihkan, mengesalkan, menyenangkan, dan semuanya yang pernah terjadi.
Tapi kalimat pertemuan dari teman gw yang perlu gw perhatikan hanya dua:
“Ko lu kayak nggak keurus gitu sih?”
“Nggak ah, si gumi jadi lebih ganteng tau!”
Percaya atau nggak, pilih aja yang sesuai dengan pendapat lu.. hehe
(nb: gw bahas Bogor di posting yg lainnya aja kali yaa..)
I Te Be: yg disukai dan dibenci
3 komentar Published 29 Agustus 2008 by andikagumi inAnda diterima di Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)
Bicara soal FTTM, pasti nyangkut soal ITB, tentang kampus baru ini banyak hal yang terjadi di hari-hari awal gw di ITB...
Yang DisukaiYang paling gw suka dari ITB itu adalah kehebohan dan keramaian yg serba menggemuruh kalo angkatan 2008 lagi kumpul (dalam artian lagi jadi peserta iNKM), terutama kelompok 87 dimana gw jadi bagiannya,
kelompok ini nggak akan terkalahkan deh..
Kembali soal ITB, gw suka kehidupan yang serba sibuk di ITB (terkecuali sibuk belajarnya), semua orang hilir mudik ke sana sini buat ngurusin ini itu. Jadi kampusnya benar-benar punya kesan "hidup", nggak sepi kayak kuburan..
Terus, mading-mading yang penuh sama pamflet, poster, atau sekedar corat-coret doang.. semuanya bikin suasana benar-benar kampus..
Langsung ke bagian yang nggak disukai
banyak anjing berkeliaran di ITB
Satu kali gw pernah berbahagia waktu (denger-denger aja sih...) ada kabar di Pos Satpam ITB tertempel surat perintah rektorat untuk membersihkan kampus dari anjing liar. Taunya, tetap aja ada anjing yang (lagi-lagi) nyaris tidur di kaki gw. Udah item, ngumpet, gede, ileran pula... nggak kurang sukses gimana coba itu anjing ngagetin gw dalam berbagai versi. Rasanya pengen nendang, tapi takut malah digigit! Heuh.. jadi serba salah. Dasar binatang.
Yang lebih memprihatinkan lagi, tadi (sumpah! baru terjadi tadi sore) saat gw menuju gedung Oktagon untuk kuliah, di depan gedung sedang duduk seekor anjing
anjing itu guling-guling heboh di atas tanah, dan langsung tersirat dalam pikiran gw.. "jangan-jangan itu anjing..."
ternyata benar banget bahwa anjing itu sedang b*rahi, dan menunjukan "itu"nya yang sedang membara dibakar nafsu hewan.
seketika itu helaan gw langsung berubah "astagfirullah", dan "astagfirullah" yg kedua gara-gara orang di sekitar situ malah nontonin anjing b*rahi itu sambil ketawa-ketawa.
Gw pikir itu evaluasi yg cukup untuk Rektorat untuk segera memberantas anjing yang berkeliaran di kampus, karena meresahkan warga.
Mengenai Saya
- andikagumi
- gw ituu... suka nulis, tapi suka aneh kalo baca tulisan sendiri,, gw seneeng bgt punya temen banyak.. tapi ko skrg malah kesusahan cari temen yaa? ada yg tau jawabannya?
