Mari Kita ReView Hidup Gw Setahun Ini (bagian 1)

Bak Feny Rose yg sedang menerawang peruntungan di tahun 2009, kayak acara Insert yang meninjau ulang tahun 2008, dan seperti Kasak Kusuk Investigasi yang muter ulang kehebohan di 2008, gw juga nggak mau kalah untuk melihat ulang (baca: evaluasi kebodohan-kebodohan yang pernah terjadi) selama setahun ini.. tahun yg penuh gejolak masa muda, tahun yang penuh gelora dan dinamika, dan segala intrik.. *lebay*
Ya, bagi gw tahun 2008 itu tahun yang sangat menyenangkan, bisa ngelihat hidup yg sebenarnya, tahun yang memperkenalkan gw sama suatu garis dimana gw melintasinya, yaitu garis batas masa kanak-kanak gw ke masa kedewasaan.

Bagi gw tahun 2008 itu menarik. Ada banyak kisah yg tersimpan, ingin dibuang, ingin dikenang, ingin diulang, bahkan ingin dibakar. Tapi itu yang membuat 2008 begitu mengesankan.

Tanpa panjang lebar tinggi lagi, mari kita review bulan-bulan yg menyemarakan 2008.

1. Januari, AYO BERLIBUR!


Awal tahun baru ini disambut sama hangatnya persahabatan Nista Group (baca: gw, uki, desi, den2). Setelah 2007 yang menyenangkan dari sebuah jendela bolong. Ada momen yg paling gw ingat di bulan januari ini. Yaitu liburan ke puncak. It's just a simple thing. Gw, uki, dan desi berangkat ke puncak, sekedar berjalan-jalan naik gunung. Tapi kenyataannya nggak sesederhana itu. Gw, uki, dan desi langsung janjian di dalam perkebunan teh di puncak. Oh tidak. Gw dan uki nyasar di tengah kebun teh. Dengan sok tahunya gw dan uki berpikir, "hmm, gimana kalo kita menembus kebun teh. Kan seru tuh." dan lebih bodohnya gw iyain ajakin uki yg terasa menggiurkan. Dari jalan aspal, gw dan uki naik ke tanah yg dipenuhi tanaman teh, kemudian mulai menembusnya. Ah, menyenangkan. Tapi ekspresi menyenangkan itu gak bertahan lama, saat gw lihat di depan gw sebuah jurang kecil yang di bawahnya sungai. HHAA! gimana cara turunnya. Dengan bodohnya gw dan uki kembali lagi ke tempat tadi dan ngikutin jalan aspal sampai ketemu desi. Setelah ketemu desi, kami beniat menuju Masjid At-Taawun. Dengan sok tahunya gw bertiga berpikir, "mungkin dengan naik bukit itu kita bisa lihat at-taawun dari jauh"

Yaa.. perjalanan itu dipenuhi pertanyaan, "des, mana at-taawun nya?"
desi pasti jawab, "mungkin di balik bukit itu"
setelah menempuh bukit yang curam ape hampir jatuh-jatuh, dan dipenuhi daun teh, pasti gw dan uki langsung bilang "mana?"
besi pasti jawab lagi, "mungkin di balik bukit yg itu"
dan begitu seterusnya, mungkin ada kali ya lima bukit yang dilewatin sampe nyampe mesid yg dituju. Tapi kebodohan uki yg paling terngiang adalah saat uki ngelihat ada aliran mata air terus nanya ke gw (yang LSWK) dan desi (yang SS), "eh, air itu bisa diminum ga?" dengan penuh minat untuk menikmati kemurnian air dari alam.
Dengan spontan gw dan desi jawab "bisa"
Uki langsung minum, terus bilang "tapi kok rasa rumput ya"
Gw jawab lagi, "emang siapa yang bilang aman diminum? gw kan cuma bilang bisa diminum"

2. Februari, daftar PTN yuuuk!

Ini bulan yg mengenaskan bagi gw. Salah satu rencana hidup gw gagal. *lebay*. Jadi di bulan ini gw berniat mendaftarkan diri sebagai peserta program kemitraan nusantara ITB melalui PT.PLN. Ibu gw yang bekerja di PLN telah mendaftarkan gw sebagai pesertanya. Ya, gw merasa aman. Kemudian gw alih alih mikir. Hwah... hidup gw enak banget, kalo gw lulus KN ITB, gw bakal kuliah di ITB, terus udah lulus langsung kerja di PLN, terus nyari istri, nikah, punya anak lima. Hwah. Indah.

TAPI


suatu haru di bulan ini nyokap gw datang dan bilang,
"dik, ikut usm daerah biasa aja ya."

"lho, kenapa?", gw tanya.
"ternyata pendaftaran kedua yang harus masukin arsipnya udah kelewat"
"hah? masa sih?"
"Iya, orang PLN nya ga ada yg ngasih tau."


ibarat mangkok berisi soto yang kesenggol, jatuh begitu aja dan hancur berkeping-keping. Gw langsung mikir, maaf nak ayah tidak dapat membiayai hidup mu nak, istriku kita tetap jadi menikah kan, harus ke mana lagi saya ngirim lamaran kerja?, bahkan gw pikir harus melambaikan tangan pada kampus ITB dan so thank you so much i'm sorry good bye.

TAPI


gw harus bangun. bukan dari mimpi yang asal tersirat, tapi justru supaya mimpi gw jadi kenyataan. haha. di saat2 terakhir pendataran usm, gw langsung beli formulir, terus mengisi dengan sekuat tenaga, segenap jiwa raga, dan sepenuh hati. sampe smua temen gw ikutan heboh dibuatnya. *lebay*

dan kemudian gw pikir, "lima anakku, tunggu ayah nal untuk membahagiakanmu, istriku kau tenang saja aku akan menfkahi mu selalu, itb aku datang!"

Oh ya, ada momen yg menarik juga. Saat gw dan anak2 kelas XII IPA 6 menuju bundaran HI malem2 dari bogor demi foto buku tahunan, saat dimana orang-orang satu kelas diuji emosinya demi foto buku tahunan. Ya. Hanya untuk foto buku tahunan.



3. Maret, belajar yang bener!!


Seperti yg udah gw sampaikan di bulan sebelumnya, gw harus bisa bahagiain lima anak gw nanti, nafkahin istri gw, jadi gw harus masuk PTN yang bagus. Di bulan maret gw udah ga nyontek, udah mulai belajar dengan bener, dan beli buku yang banyak. haha.

Di bulan ini ada 3 universitas yang jadi tujuan gw,

PMDK Universitas Diponegoro dengan memilih jurusan Arsitektur yang gw benar-benar inginkan. Dan dengan amat susah payah gw usahakan karena minim dukungan dari guru-guru, yang lebih nyuru PMDK ke IPB aja.

UM Universitas Gajah Mada dengan memilih pilihan 1 Teknik Elektro, pilihan 2 Arsitektur, dan pilihan 3 Teknik Sipil dan Lingkungan. Setelah gw daftar, baru gw sadari, betapa bodohnya gw dengan memilih jurusan-jurusan itu. heuh. kemudian gw sadari. Ini hanya sekedar iseng-iseng berhadiah. Udah pasti gak diterima.

USM Institut Teknologi Bandung dengan memilih pilihan 1 Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, pilihan 2 Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, dan pilihan 3 Sekolah Arsitektur Perencanaan Pengembangan Kebijakan. Gw hanya berpikir: gw ga mau rugi. Heu. Mahal abisnya.

Yaa di bulan ini segala perjalanan dan perjuangan dimulai. Belajar, belajar, dan belajar. Bagi gw belajar di mana aja, dan sambil ngapain aja. Gw dan teman gw bernama Mita, lebih memilih bolos bimbel terus belajar di McD dalam perjuangan menuju usm itb. Yaa gimana pun cara belajar orang kan beda-beda. Dan gw pikir, itu cara gw. Belajar adalah bersenang-senang.


dan yang gw inget dari momen itu adalah mengenal orang lain lebih dekat, kayak Mita dan Deni, diamana perjuangan itu dilakuin bersama-sama bukan ingin menang sendiri. Kayak bimbel yang satu itu lhoo. hehe.

4. April, UAN! USM! UM! Apa yang harus gw lakukan?!

Kayaknya UAN tahun 2008 ini emang yang paling heboh. Udah ngalamin berbagai deraan dari berbagai pihak. Gw sih nyantai aja. UAN nggak akan membunuh gw ko. Hehe. Gw hanya berperinsip bahwa UAN nggak akan sesuah try outnya. Dan UAN akan disesuaikan dengan siswa se-Indonesia, jadi gak ada alasan gw sok-sok nolak kebijakan tentang UAN. Tapi ada yang gw sesali di bulan ini, yaitu seminggu setelah USM ada UM terus seminggu lagi ada UAN. Kapang gw bisa berjoget bahagia kalo gini?

Yaa,, setelah menjadikan McD sebagai tempat belajar yang pewe sambil bergosip bersama, akhirnya USM datang juga, yang bikin gw hopeless ah masuk itb. Alhasil gw mikirin UM UGM. Bukan mikirin gimana gw belajar buat UM, tapi gw mikir, "UM kan di tangerang, udah UM enaknya ke mana dulu ya?"
Mengingat biaya ikutan UM itu mahal (transpot dari sekolah bayarnya mahal), gw bersama teman sebangku gw yang bernama PeA memutuskan akan ke BSD sendiri dan mengajak Alfi. Dengan penuh kebaik hatian gw mengajak teman2 yang lain ikut kita. Tapi apa yang kami terima? hanya sebuah kalimat, "Takut nyasar ah"

ngeselin.

Alhasil kami bertiga bertekad, akan membuktikan pada dunia bahwa kami bisa menempuh bogor-tangerang tanpa nyara. dengan bermodal peta megapolitan, dan berngkat sebelum subuh, akhirnya.. kami nyampe BSD duluan daripada anak-anak sekolah gw!! Haha SENANGNYA! ga percaya sih sama gw.. haha

Yang terakhir, UAN,, bayangkan, sembilan jam sebelum uan, udah ada sms yang isinya 1-5 acdbc 6-10 debca ... dst. Sial. Tekad gw bulat, gw harus ngerjain dengan kemampuan gw (tekad sebulat captain tsubasa, dialah pahlawan kita, jeng jejejeng jeng). Biat itu terlaksana sampai pelajaran terakhir, Biologi. Ga usah diceritain lah yah...

Dan di bulan ini juga ada pengumuman hasil USM ITB yang isinya:

"086003060"

Anda diterima di Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan


Bukannya gw ga bersyukur, gw sekedar melompat riang dan berkata "alhamdulillah", tapi gw langsung diem. Tapi gw kan pengennya STEI atau SAPPK aja, kenapa FTTM???
Tapi banyak jawaban yang membuat gw sadar kenapa gw harus di FTTM di bulan-bulan selanjutnya.


5. Mei, memulai liburan GaJeBo (baca: Gak Jelas Bo!)
























ini bulan yang sangat menyenangkan. Isinya hanya liburan, perjalan, dan atau apalah itu.
Perjalanan gw dimulai dengan pergi bareng Uki dan Vina ke kota tua jakarta, dan keliling jakarta sampe malem, seakan nikmatin kebebasan yang ada, kami udah lupa waktu untuk perjalanan itu.
Bahkan setelah ujian praktek olah raga, gw bersama PeA, Mita dan Titi pergi ke Belanova buat nonton Iron Man, dan gak peduli ujian besok-besoknya.
Bulan mei juga bertepatan dengan ulang tahun kota bogor, jadi gw nggak ngelewatin kesempatan untuk masuk ke Istana Bogor, yang dulu sempet heboh dengan kedatangan Bush ke situ.
Bukan cuma bogor yang ulang tahun, SmanSa Bogor juga ulang tahun saat itu, dan gw ikut dalam keramaian yang ada di SmanSa Day yang ditutup dengan penampilan RAN. Sangat mengesankan.
Bahkan gw juga mengunjungi ITB untuk pertama kalinya, dan ke FTTM tentunya. Hehe.

Yang pasti, semua yang terjadi di bulan Mei sangat menyenangkan.



6. Juni, berpisah.


ini bulan yang mengharukan. Semua orang bilang tentang manisnya persahabatan. Ya.. semua orang mengatakannya, termasuk gw, uki, desi, denden. Tapi justru di momen terpenting di bulan ini yakni Perpisahan, bukan itu yang terjadi. Kami seperti terpisah dengan sendirinya. Saling memisahkan diri. Hingga tersisa gw dan uki duduk di pelataran Braja Mustika melihat langit dan bilang, "ki, ini ya yang mereka sebut persahabatan"
"yaudah lah, kita mah ga usah peduliin yang sibuk sendiri."
hufh,, gw hanya berusaha mengingat yang Bang Fahri bilang, "ikhlas, itu yang sedang berusaha aku jalani Aisyah."

Tapi yang sedikit mengobati kesedihan ditinggal sahabat, masih ada perjalanan survey ke Pantai Pelabuhan Ratu yang konon mistis, dan terjadi amat sangat menyenangkan. bersama Nimas, Tiara, Obey, Rika, Ira. Meski dalam perjalanan berangkat gw muntah-muntah. hoek.



Dan ada kejadian lainnya yang cukup mengesankan.
Setelah nonton film "Lost in Love" gw bertekad untuk memperbaiki novel Mercusuar gw, maka gw memutuskan akan mengunjungi Kebubes Norwegia di daerah kuningan ditemani PeA yang juga mau menuju Mal Embassy. Yaa.. perjalanan itu cukup lancar sampai turun dari TransJakarta. Dengan sok tahunya gw berdua ngambil belokan yang memutar pertama. Dan ga ada yang gw temuin selain tukang gorengan dan tukang rujak. Setelah memutar beberapa ratus meter, gw ngelewain Hotel JW Mariott! Oh my God! Gw takut hotel itu meledak lagi. Gw pacu kaki gw lebih cepat dengan mata para satpam tajam ke arah gw. Gw malah makin memacu kaki gw. Sampai di depan Kedubes Australia. Oh my God lagi. Gw memacu kaki gw semakin cepat takut kedubes itu meledak lagi kayak dulu. OH tidak. Rasanya gw salah tempat. Setelah gw pacu kaki gw. Gw melihat bendera Norwegia berkibar-kibar. Dan gw langsung pergi.

Alasan gw pergi:
1. Gw grogi dan ga tau harus bilang apa.
2. Gw hanya memakai kaos, celana jeans, dan sendal gunung di situ, sementara sang satpam saja memakai jas. Masih punya malukah gw?


Itu merupakan perjalanan gw dalam 6 bulan pertama gw di 2008. Terlepas dari cerita-cerita kecil kayak nyobain bioskop baru, nyobain DDR baru, punya PowerCard bersama, belajar di FoodCourt Mal, nonton Ayat-ayat Cinta dalam kehebohan, dll. Hwaa... segala memori yang tak kan terlupa.

Yang jelas, begitulah mereka menyebut persahabatan. Suatu bagian dari hidup yang tidak bisa diisi hanya oleh satu orang. Lihat ke dalam diri lu sejauh mana lu bisa menjadi seorang sahabat untuk temen lu, dan jangan pernah lihat ke dalam diri ornag lain sejauh mana mereka bisa menjadi sahabat loe.

i miss all of you guys! hehe

(bersambuung...)

Lama Tak Bersua

Terakhir kali gw nulis postingan terakhir..
kapan yaa?
aduh.. aduh.. adududuh...
ternyata 31 oktober 2008, dan sekarang gw bakal bikin tanggal cantik untuk postingan baru yang matching abis sama yg sebelumnya, 31 desember 2008..

hahahaha..


sekian dan terima kasih..

Geng Kribang! Bersatulah!

orang-orang langsung nanya, "apaan tuh kribang?"

seseorang bertanya pada gw, "kribo banget?"
*plis deh, rambut gw lurus gitu lho, kayak direbonding, (nggak ko, cuma pake shampoo)..

seseorang bertanya lagi pada gw, "kripik bangs*t?"
*no, no.. dilarang pake kata-kata kasar..

seseorang bertanya lagi dan lagi pada gw, "kriting bang?"
*haduuuh.. kan udah gw bilang, rambut gw lurus gitu lho..

yang jadi pertanyaan anak-anak kelas gw, "Kribang apaan sih???"

Hmmm,, gimana ya? yang jelas Kribang itu:

KRIPIK BANGUN
mungkin lu bakal bertanya, 'apaan sih??'
biar gw jelsin gimana sejarahnya nama KriBang yang niscaya akan menjadi nama besar yg akan diketahui oleh semua orang:

pada hari Kamis, 23 Oktober 2008, gw bersama dua teman gw bernama Umy dan Nurul berniat untuk belajar bersama di perpustakaan kampus lt.3, dengan ngantuknya kami berjalan seusai kuliah menuju perpus. Di tengah perjalanan tiba-tiba gw bilang, "beli makanan yuk biar ga ngantuk...", secara spontan kedua teman gw mengiyakan keinginan gw dan bergegeas menuju Tokema (toko kesejahteraan mahasiswa), dan melihat-lihat makanan yang ada. Yang fantastisnya, gw melihat sekantong kripik berbentuk stik panjang-panjang dengan warna merah legam dan nampak dahsyat. Maka disertai makanan lainnya gw beli kripik dahsyat itu.

Mengingat hari semakin sore, gw dan dua teman gw itu pun segera menuju perpus lt.3, dan kemudian membuka buku fisika (ceritanya mah belajar fisika buat UTS esok harinya..), dan menyiapkan makanan yg dibawa secara sembunyi-sembunyi. Hwaa.. siap deh buat belajar!

*10 menit pertama..
bergulat dengan soal-soal tutorial fisika tentang benda tegar..

*10 menit kedua..
tonjok-tonjokan dengan soal tutorial fisika tentang mekanika..

*2 menit selanjutnya..
menggambar diri dan curhat tentang uts di kertas soal

*5 menit selanjutnya..
gak tahan megang bundel soal fisika..

*1 menit selanjutnya..
kepala nempel di meja..

*2 menit selanjutnya..
tangan gw menggapai sebungkus kripik dan berkata "makan kripik yuk!"

Umy dan Nurul langsung ngangguk dan siap makan kripik bersama karena ngantuk. Potongan pertama gw yang makan...
Selanjutnya Nurul..

dan...

dan...


HWAAAAAAAA!!!
gw dan nurul langsung melompat-lompat kayak lumba-lumba nyasar ke perpus! bukan karena dikasih isyarat ama pawang lumba-lumba, tapi saking pedesnya tu kripik!

"sumpang pedes abis!!"

Umy gak percaya dengan dahsyatnya kripik itu, dan alhasil mencoba.. Tapi Umy diem aja, dan munculah pertanyaan, apa gw aja yang lebay?
tapi pertanyaan itu langsung sirna saat umy bilang..
"kringet dingin gw.."

Kami bertiga pun dihebohkan oleh kripik itu dan berhasil menghabiskan pisang karamel 2 buah! Dan bikin melek ampe menjelang maghrib di perpus. Maka jadilah nama

KriBang alias KRIPIK BANGUN
yang merupakankripik pembangun motivasi dan kesegaran berlebih untuk menghasapi rasa kantuk.
Dan jadilah lantai3 perpus sebagai sekre Kribang, dan gw sebagai kribang1, umy sebagai kribang2, dan Nurul sebagai kribang3! dan kami pun punya caBang (calon kribang) yang ngantri daftar (haha, lebay) dan menunggu pelantikan karena Kribang sedang menghilang di Tokema, dan dikhawatirkan tidak muncul lagi. (Naudzubillahiminzalik..) hehe

bersatulah kribang! dan percayalah... kau bisa!! Hoho

Tulis Menulis Ditulis Ketulis Penulis

Pertanyaan pendahuluan sebelum lu baca blog ini:

Seberapa hebat lu dalam hal tulis menulis?

Sekarang, cek jawaban lu, kalo jawaban lu:
1. Sangat jago: tandanya lu orang super belagu, yang bisa punya patokan kemampuan dalam menulis! Sebaiknya lu berhenti untuk nulis dengan belagu.. hehe
2. Jago: tandanya lu sok merendah, bilang aja pengen milih 'sangat jago' tapi cari aman.
3. Nggak jago: orang rendah diri tuh nggak bagus tau. Nggak usah nulis aja deh, kalo ngerasa nggak jago. Tulisan lu nggak ada manfaatnya, hehe.
4. Sama sekali nggak bisa: lu patut belajar nulis sama gw!

Kesalahan terbesar lu dalam membaca halaman ini adalah jika dan hanya jika lu percaya sama apa yang gw tulis di atas.

Dalam hal tulis menulis, sebenarnya boleh dibilang jam terbang gw udah lumayan deh. Nggak tahu sejak kapan gw suka menulis, dan nggak tahu kenapa. Tapi dari sisa-sisa memori yg bisa digali, ada dua momen yg paling terbayang:

1. Saat pemutaran perdana film Eiffel... I'm in Love zamannya kelas 2 smp, saat gw terkagum-kagum sama Rachmania Arunita yg dengan suksesnya melambungkan kisah novelnya dan dijadiin sebuah film. Menarik. Itu yg jadi cita-cita gw selama ini, bikin novel, dipublikasiin, dapet honor, dan nonton film yg diangkan dari novel gw. Hwaa..
2. Saat temen-temen gw bilang tulisan gw bagus. Yg ini gw lupa kapan, yg jelas karena keseringan (hahaha) gw ampe lupa. Yang jelas, gw tetap senang.. dan narsis..

Ya semenjak itu keinginan untuk menulis gw meninggi. Tiap gw bosen nulis, inget aja sama Rachmania Arunita, bukan karena cantik atau apa-apanya. Tapi suksesnya. Heu..

Supaya lu yakin akan kemampuan gw menulis, banyak bukti yg mendukung kemampuan gw sebenarnya:

1. Buku Tulisan-tulisan gw
Waktu kelas 1 smp, gw dikasih sebuah buku tulis tebel dari temen gw, gw langsung nulis di buku itu. Serial bersambung gitu. Asli pas gw baca lagi komentar pertama gw setelah baca: Naj*s bisa-bisanya gw nulis kayak gitu. Di serial yang terdiri dari 6 bab itu, gw nggak nulis nama tokohnya, karena gw ceritanya bikin 'cerita tanpa nama', pusing kan? Terus, karena belum puber, nulis kata 'pacar' aja gw umpetin dengan hanya nulis 'p'. Ah. Dasar anak kecil. Tapi, cerpen yg gw tulis selanjutnya di buku itu nggak jelek-jelek amat. Masih layak baca dan layak dinikmati. Tapi gw sarankan, mendingan nggak udah dibaca.

2. Novel Pertama (yang gw nggak sudi sebut judulnya)
Setelah nonton film Eiffel, gw langsung menggebu-gebu menulis novel kisah remaja, padahal kalo disadari, puber aja gw belum deh saat itu. Heuh. Perjalanan dalam menyelesaikan 192 halaman novel itu sebenarnya amat panjaaang. Pertama kali gw nulis, saat di halaman 100an, disket gw (jadul abis) kena virus 'puisi cinta' dan hilanglah novel gw itu. Akhirnya gw mengulang ampe halaman 62, komputer gw yg kena virus waktu itu. Alhasil gw ulang lagi ampe 192 halaman, dan dibaca ma orang-orang. Dan setelah gw baca ulang: Nggak ada niat untuk ngirimnya ke penerbit. Cuma mempermalukan diri sendiri.
Novel itu udah pernah dikirim ke GagasMedia, ditolak dengan surat yg masih gw simpan dengan baik. Ditolak PenerbitCinta (heu) lewat telepon. Ditolak Grasindo setelah gw lupa pernah ngirim ke situ, secara 2 tahun nggak ada kabar, eh baru ditolak. Haha. Gw pikir gw lucu juga. Ngirim novel asli menjijikan ke penerbit. Hanya memperburuk nama aja.

3. Naskah Skenario: Menembus Hujan
Selain pengen jadi penulis novel, gw juga pengen jadi penulis skenario. Gw belajar caranya, gw belajar ketentuannya, gw belajar istilah-istilahnya, cuma demi satu hal: ikutan Lomba Menulis Skenario 2005 yang diadain sama Kementerian Budaya dan Pariwisata dengan tema budaya. Dengan nggak tahu dirinya, gw malah nulis sebuah cookies berjudul 'Menembus Hujan'. Yaa, gw udah nggak berharap bakal menang. Yang jelas, yang menang bukan nulis soal gadis abg yang baru kenal cowok, tapi bikin skenario seberat 'Opera Jawa'. heu..


4. Novel Kedua: Mercusuar
Akhirnya ada juga karya yang bisa bikin gw agak bangga. Orang-orang yang baca suka. Udah nyebar di SMA gw yang dulu. Yang mau bacanya masih ngantri (sombong..). Ya, novel ini yang bisa jadi modal lumayan. Tapi kenyataannya, setelah gw baca ulang: Nggak banget, ko orang-orang suka? Aneh. Dulu sih semua tentang novel gw itu ada di cahayasuar.byethost13.com. Tapi sekarang web itu udah hangus dimakan waktu. Hehe. Tapi novel itu udah pernah ditolak Terrants Book, dengan anggapan bisa nemuin Sitta Karina di samping gw sebagai saingan. Tapi kenyataan lebih menyakitkan: Novel gw dibalikin sepenuhnya dengan tanpa beas halaman-halamannya pernah dibaca semua. Akhirnya gw nggak berniat buat ngirim novel itu lagi ke penerbit. Gw pengen bikin versi re-writenya. Nunggu kedewasaan supaya bisa bagus tulisannya. Dan nikmatin perjalanan novel gw dari tangan ke tangan. Dari Bogor ampe Bandung..^^

Terbuktikan jam terbang gw di dalam dunia tulis menulis itu cukup lumayan. Tapi gw sampai sekarang nggak bisa bikin cerpen, puisi gombal, dll. Gw suka nulis. Apa aja. Selain sifat gombalnya cinta. Haha.

Ya walau gimana pun, gw tetap suka nulis. Gw nggak peduli dengan omongan orang tentang tulisan gw. Gw suka kalau gw emang suka. Yang gw nggak suka, ya bakal gw simpen aja. Gw cuma berharap suatu saat nanti kedewasaan yang gw nanti itu bakal datang dan menjadi bagian dari kehidupan menulis gw. Supaya semua orang bisa menikmati tulisan gw. Dulu gw terobsesi jadi penulis dengan umur yang muda (sejak 13 tahun). Tapi sekarang gw nggak usah maksain diri. Yang penting gimana orang lain bisa nikmatin tulisan gw. Dan gimana orang lain bisa senyum karena tulisan gw. amin... =]

Hujan, Hujan, Hujan, Bogor!

Beberapa hari lalu, tepatnya hari selasa yang kelabu karena harus kuliah dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore, dengan penuh rasa ngantuk, gw duduk ngedengerin Pak Profesor yang lagi ngejelasin tentang Hukum II Termodinamika dalam kuliah Konsep Pengembangan Ilmu Pengetahuan. Satu-satunya alasan untuk ngedengerin penjelasan dia mungkin cuma ‘kuis’ yang ada di akhir kuliah. Di sela-sela penjelasannya yang ‘begitu menyenangkan’, gw pun ngedenger bunyi-bunyi yang udah lama banget nggak gw denger, dan ternyata...

Tik tik bunyi hujan di atas genting
Airnya turun tidak terkira
Daun dan rumput basah semua
(nb: gw nggak hafal lirik lagunya)

Waah.. HUJAN! Rasanya gw pengen loncat dari bangku kuliah yang sempit di gedung TVST. Nggak tahu kenapa hujannya nggak keras, dan bukan gerimis. Takarannya pas banget deh kayak kalo lagi beli bensin di SPBU pasti PAS! (haha). Setelah kuis yang melelahkan, gw langsung cepet-cepet keluar gedung, bahkan sempat mengabaikan ajakan temen untuk pulang bareng, gw langsung berdiri di tengah hujan. AAAaaa... gw kangen hujan! Secara hampir sebulan di Bandung, gw belum pernah nemu hujan... sementara kalo gw di Bogor, nggak minta aja sering dikasih hujan dalam berbagai bentuk.
Sambil menikmati turunnya hujan, gw pulang ke kostan tanpa peduli dengan abang-abang angkot yang terus-terusan teriak ‘cisitu cisitu cisitu!’. Pokoknya gw mau kehujanan! (meski saat itu sedikit terlintas kekhawatiran akan jatuh sakit). Tapi mungkin itu yang bisa bikin gw nahan rasa kangen gw sama Bogor. Hwaa..
Dalam waktu yang lama, yakni hari Jumatnya, gw punya kesempatan untuk pulang ke Bogor. Setelah ketinggalan kereta, nungguin kereta di stasiun Bandung sendirian selama 1,5 jam, perjalanan Bandung-Gambir selama 3 jam sendiri, bertarung dengan waktu buat salat ashar di gambir, nunggu kereta Pakuan di Gambir, kenalan sama mbak-mbak yang mau pulang ke Bogor juga, berdiri hampir sejam di kereta, gelap-gelapan di kereta gara-gara ‘mati lampu’, ngeliat proyek underpass yang udah beres di Jalan Baru dari kereta, maka gw bisa berseru AKHIRNYA NYAMPE BOGOR!
Sesampainya di Bogor, gw langsung disambut sama jalanan yang basah karena hujan. Hmm.. Bogor banget.
Dan nggak tau kenapa, kegiatan pertama yang gw lakuin di Bogor bukan mandi, bukan tidur, bukan nonton TV, tapi... makan tahu! Hwaa.. gw juga ternyata kangen tahu bandung yang belinya di Bogor. (nggak tau kenapa juga, tahu bandung yang gw beli di bandung nggak semantap yang dibeli di Bogor.. hehe). Dan gw langsung kabarin temen gw kalo gw mau jalan-jalan seharian di Bogor!
Padahal baru aja sebulan, tapi gw ngerasa udah banyak banget perubahan di Bogor. Bioskop baru Botani XXI, underpass yang udah beres, dan yang lainnya deh.
Hwaa.. gw langsung kepikiran nggak pengen ninggalin kota kecil gw yang tercinta ini. Gw nggak mau kehilangan semua kenangan tentang kejadian-kejadian konyol, bodoh, mengharukan, menyedihkan, mengesalkan, menyenangkan, dan semuanya yang pernah terjadi.
Tapi kalimat pertemuan dari teman gw yang perlu gw perhatikan hanya dua:
“Ko lu kayak nggak keurus gitu sih?”
“Nggak ah, si gumi jadi lebih ganteng tau!”
Percaya atau nggak, pilih aja yang sesuai dengan pendapat lu.. hehe

(nb: gw bahas Bogor di posting yg lainnya aja kali yaa..)

I Te Be: yg disukai dan dibenci

"086003060"
Anda diterima di Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)

yg pertama kali gw lakuin malah: ngelap layar hp temen gw terus loncat-loncat sok hepi, "gw diterima di FTTM! Seketika itu juga semua teman-teman gw langsung ikutan teriak sok hepi. Padahal sebenarnya gw nggak hepi-hepi amat karena ditolak masuk STEI, tapi... ternyata sekarang gw jadi mahasiswa baru di FTTM juga. Dari kecelakaan itu gw berusaha pasrah mencintai apa yang harus gw jalani itu.

Bicara soal FTTM, pasti nyangkut soal ITB, tentang kampus baru ini banyak hal yang terjadi di hari-hari awal gw di ITB...
Yang Disukai
Yang paling gw suka dari ITB itu adalah kehebohan dan keramaian yg serba menggemuruh kalo angkatan 2008 lagi kumpul (dalam artian lagi jadi peserta iNKM), terutama kelompok 87 dimana gw jadi bagiannya,


kelompok ini nggak akan terkalahkan deh..

Kembali soal ITB, gw suka kehidupan yang serba sibuk di ITB (terkecuali sibuk belajarnya), semua orang hilir mudik ke sana sini buat ngurusin ini itu. Jadi kampusnya benar-benar punya kesan "hidup", nggak sepi kayak kuburan..
Terus, mading-mading yang penuh sama pamflet, poster, atau sekedar corat-coret doang.. semuanya bikin suasana benar-benar kampus..

Langsung ke bagian yang nggak disukai
Hal utama dari seluruh hal utama yang benar-benar gw nggak suka dari kampus ITB adalah:
banyak anjing berkeliaran di ITB
Biasanya, ngeliat anjing dalam jarak 100 meter aja gw udah keringet dingin, sementara di kampus ini gw sering mendapati anjing yang lagi tidur-tiduran hampir di kaki gw. Rasanya udah pengen pingsan dan protes ke Rektorat. Uniknya, anjing-anjing itu ada dalam berbagai warna: putih, item, bahkan yang matching sama baju pramuka. Tetap aja nggak ada lucu-lucunya. Kadang demi menghindari seekor anjing, gw rela muterin gedung Oktagon dan TVST cuma karena mencari keselamatan hidup dari anjing-anjing itu.

Satu kali gw pernah berbahagia waktu (denger-denger aja sih...) ada kabar di Pos Satpam ITB tertempel surat perintah rektorat untuk membersihkan kampus dari anjing liar. Taunya, tetap aja ada anjing yang (lagi-lagi) nyaris tidur di kaki gw. Udah item, ngumpet, gede, ileran pula... nggak kurang sukses gimana coba itu anjing ngagetin gw dalam berbagai versi. Rasanya pengen nendang, tapi takut malah digigit! Heuh.. jadi serba salah. Dasar binatang.

Yang lebih memprihatinkan lagi, tadi (sumpah! baru terjadi tadi sore) saat gw menuju gedung Oktagon untuk kuliah, di depan gedung sedang duduk seekor anjing rese lucu nan imut. Secara beruntung anjing itu pindah saat gw mendekat ke gedung itu. Gw langsung menghela "alhamdulillah" dalam hati. Tapi mata gw langsung membelalak saat (tau apa yg terjadi?)

anjing itu guling-guling heboh di atas tanah, dan langsung tersirat dalam pikiran gw.. "jangan-jangan itu anjing..."
ternyata benar banget bahwa anjing itu sedang b*rahi, dan menunjukan "itu"nya yang sedang membara dibakar nafsu hewan.
seketika itu helaan gw langsung berubah "astagfirullah", dan "astagfirullah" yg kedua gara-gara orang di sekitar situ malah nontonin anjing b*rahi itu sambil ketawa-ketawa.

Gw pikir itu evaluasi yg cukup untuk Rektorat untuk segera memberantas anjing yang berkeliaran di kampus, karena meresahkan warga.